Badminton

Marcus Ellis Kecewa tetapi Memandang Penundaan Turnamen Perlu untuk Dilakukan

Saat ditanyai kondisinya selama beberapa bulan terakhir ini, Marcus Ellis mengaku memiliki perasaan yang bercampur selama 2 bulan terakhir ini.

Sejak bulan Maret, sektor olahraga seolah mati suri dengan ditundanya hampir seluruh kompetisi di berbagai cabang olahraga diakibatkan adanya pandemi covid-19, termasuk adminton. Terhitung, turnamen resmi dalam agenda BWF yang terakhir diselenggarakan sebelum penundaan seluruh turnamen ialah All England 2020 pada tanggal 11-15 Maret 2020. Akan tetapi, setelah kurang lebih 3 bulan vakum, perlahan sektor olahraga mulai  bangkit kembali. Hal ini ditandai dengan kompetisi-kompetisi di berbagai cabang olahraga yang akan kembali bergulir dalam waktu dekat ini. Cabang olahraga badminton sendiri akan melakukan comeback pada akhir Agustus yang ditandai dengan penyelenggaraan turnamen BWF World Tour kelas super 100, Lingshui China Masters yang akan diadakan pada 25-30 Agustus 2020. Untuk menunjang persiapan atlet dalam mengarungi kembali turnamen-turnamen, sejumlah fasilitas seperti seperti gym dan lapangan pun mulai dibuka kembali.

Dalam sesi wawancara singkat bersama Badminton Europe, salah satu atlet andalan Inggris di sektor ganda putra dan ganda campuran, Marcus Ellis mengemukakan sejumlah hal terkait dengan kondisi selama penundaan turnamen-turnamen badminton akibat pandemi covid-19. Sebelum kompetisi badminton vakum, Marcus Ellis sendiri sebenarnya sedang berada dalam laju performa yang cukup menjanjikan. Di awal tahun 2020, ia bersama partnernya di ganda campuran, Lauren Smith berhasil merengkuh gelar turnamen Princess Sirivannavari Thailand Masters yang merupakan rangkaian BWF World Tour kelas super 300. Kemudian, torehan baik Ellis/Smith pun berlanjut di All England 2020, mengemban status sebagai pemain tuan rumah, pasangan peringkat 9 dunia ini pun berhasil menembus babak semifinal sebelum dikandaskan oleh pasangan andalan Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Saat ditanyai kondisinya selama beberapa bulan terakhir ini, Marcus Ellis mengaku memiliki perasaan yang bercampur selama 2 bulan terakhir ini. Di satu sisi, ia rindu untuk menjalani kehidupan yang normal dan kembali memegang raket di arena pertandingan. Tetapi, di satu sisi ia pun merasa senang karena mendapat waktu istirahat dari rutinitasnya berpergian dari satu negara ke negara lain selama bermingu-minggu yang menurutnya cukup melelahkan. Ia pun mengaku periode kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 sangat melelahkan sehingga adanya penundaan ini membuat ia memiliki waktu yang cukup lama untuk memulihkan diri dan  menjaga kebugaran.

Marcus Ellis pun juga mengatakan bahwa ia merasa sedikit kecewa dengan ditundanya penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 tetapi melihat situasi saat ini ia merasa tentu hal tersebut diperlukan. Ellis pun merasa bahwa tidak terdapat ada perubahan dalam dirinya selama masa pandemi covid-19 khususnya perihal misinya di Olimpiade Tokyo 2020. Ia tetap ingin menampilkan yang terbaik sebagai perwakilan dari Inggris dan melangkah sejauh mungkin di olahraga terbesar se dunia tersebut. Dengan adanya kondisi saat ini, ia merasa memiliki waktu lebih untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk setiap tantangan yang ada di depannya.

Sebagai atlet yang bermain rangkap, yakni di sektor ganda campuran bersama Lauren Smitih dan di sektor ganda putra bersama Chris Langridge, Ellis menargetkan bisa lolos ke babak utama Olimpiade Tokyo 2020 di kedua sektor tersebut. Ia mengakui tentu hal tersebut bukan hal yang mudah dikarenakan ia harus memiliki kekuatan fisik yang baik. Tahun lalu, Ellis mengatakannya sebagai periode yang cukup sulit karena ia beberapa kali dibekap cedera, sehingga adanya penundaan turnamen seperti ini akan membantu dia dalam mempersiapkan fisiknya.

Saat ditanyai perihal peta persaingan di Olimpiade Tokyo 2020 dan disinggung mengenai prestasi mengejutkannya bersama Langridge saat Olimpiade Rio 2016 dimana mereka mampu membawa pulang medali perunggu, Ellis pun mengatakan bahwa ia masih memiliki ambisi yang besar dan merasa masih dapat memberikan kontribusi lebih di badminton terlepas dari segala pencapainnya hingga saat ini. Mengetahui bahwa kualifikasi olimpiade merupakan fase tersulit, Ellis saat ini merasa bisa lebih lepas dan menikmati setiap momen. Ia pun merasa posisinya saat ini sama seperti Olimpiade Rio 2016 yakni tampil bukan sebagai pasangan unggulan, Menurutnya, hal tersebut tidak menjadi masalah, yang jelas ia merasa fokusnya saat ini adalah untuk memastikan diri lolos ke Olimpiade Tokyo 2016 dan dia pun mengatakan dalam ajang seperti ini biasanya akan banyak hasil-hasil tidak terduga.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close