Badminton

Malaysia Masters 2020: Hadapi Juniornya di Babak Pertama, V Shem Kritik Keras Sistem Undian BWF

Peraih medali perak Olimpiade Rio 2019, Goh V Shem/Tan Wee Kiong sudah cukup menghadapi rekan senegaranya di putaran awal turnamen. Dan pasangan peringkat 10 dunia itu berharap Federasi Badminton Dunia (BWF) dapat mengubah atau melakukan sesuatu tentang hal itu.

Peraih medali perak Olimpiade Rio 2019, Goh V Shem/Tan Wee Kiong sudah cukup menghadapi rekan senegaranya di putaran awal turnamen. Dan pasangan peringkat 10 dunia itu berharap Federasi Badminton Dunia (BWF) dapat mengubah atau melakukan sesuatu tentang hal itu.

V Shem/Wee Kiong akan membuka turnamen melawan pasangan peringkat 8 dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik di babak pertama Malaysia Masters di Axiata Arena pada Selasa (7/1). Meskipun ini adalah pertama kalinya V Shem/Wee Kiong akan menghadapi Aaron-Wooi Yik di turnamen internasional, mereka masih sulit menerima kenyataan bahwa mereka terus menghadapi rekan senegaranya di babak awal.

Pada musim 2019, mereka harus menghadapi Ong Yew Sin/Teo Ee Yi sebanyak empat kali, tiga diantaranya terjadi di putaran pertama.

“Menghadapi rekan senegara adalah hal terakhir yang ingin kami lihat ketika undian turnamen berakhir,” kata V Shem.

“Kami menghadapi Yew Sin/Ee Yi total empat kali, memenangkan semuanya tetapi kami tidak menikmati kemenangan ini. Tidak mungkin kamu akan merasa senang menyingkirkan rekanmu keluar dari kompetisi,” ungkapnya.

“Itu lucu. Kami punya 32 pasangan di tabel undian, tapi kenapa harus Yew Sin-Ee Yi. Saya sangat berharap BWF dapat meninjau kembali sistem undian mereka. Mereka mengklaim itu acak, tetapi bagaimana bisa ada begitu banyak kebetulan?

“Bukan hanya kami, bahkan pasangan Denmark, Mathias Boe/Mads Conrad Petersen telah bertemu Han Chengkai/Zhou Haodong asal China empat kali di babak pertama tahun lalu, termasuk tiga turnamen beruntun,” V Shem menambahkan.

V Shem mengatakan bahwa ia akan senang melihat BWF membawa kembali sistem unggulan 16 untuk mencegah pemain-pemain peringkat atas bentrok di babak awal kompetisi.

“Lebih baik undian diperluas hingga sampai 16 unggulan seperti terakhir kali. Misalnya, Aaron/Wooi Yik adalah peringkat 8 dunia dan kami menjadi 10 dunia, seharusnya tidak saling berhadapan di babak pertama,” keluhnya.

“Di bawah sistem saat ini, pemain unggulan teratas bisa menghadapi pemain 9 dunia sedangkan 20 dunia bisa menghadapi 30 dunia. Ini akan melemahkan turnamen di tahap selanjutnya,” jelasnya.

Namun, V Shem dan Wee Kiong tidak punya waktu untuk memikirkan sesuatu yang tidak bisa mereka ubah untuk saat ini karena mereka fokus pada akhir kualifikasi Olimpiade Tokyo.

V Shem/Wee Kiong akan melanjutkan duel mereka melawan Aaron/Wooi Yik untuk meraih hak mewakili negara di Olimpiade Tokyo. Dengan Aaron/Wooi Yik saat ini di depan mereka dalam perlombaan, sangat penting bagi V Shem/Wee Kiong untuk mengalahkan mereka dan melakukannya dengan baik di turnamen minggu ini.

“Kami mengalahkan mereka di Kejuaraan Nasional (semifinal) tahun lalu dan kami ingin melakukan hal yang sama,” kata V Shem.

“Kami bermain mengejar ketinggalan dan tidak boleh melakukan kesalahan. Tahun ini, kami menargetkan untuk mencapai tidak kurang dari perempat final di setiap turnamen.”

“Tapi tentu saja, tujuan utama kami adalah membawa dua pasangan Malaysia ke Tokyo. Semoga, keduanya akan melakukan yang terbaik untuk lolos bersama. Itu akan menjadi mimpi yang menjadi kenyataan bagi kami,” harap V Shem dengan yakin.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close